jump to navigation

Teknologi Wireless RFID Untuk Perpustakaan Polnes : Suatu Peluang – Rahmad Hidayat 02 Feb 2010

Posted by dc09 in Jurnal Vol 5 Feb 2010.
trackback
RFID (Radio Frequency Identification) merupakan proses pengidentifikasian suatu objek secara otomastis dengan frekuensi radio. Ada dua komponen penting dalam sistem RFID yaitu kartu (Tag) dan pembaca (Reader). Pada aplikasinya di perpustakaan, tiap-tiap buku yang akan diidentifikasi ditempeli tag yang bisa dibaca oleh reader . Proses pembacaan dilakukan tanpa kontak langsung .  RFID dapat dipergunakan untuk menjalankan dua fungsi sekaligus yaitu identifikasi dan sekuriti. Kemudian dengan kemampuan  self-service, RFID mampu mempercepat  layanan sirkulasi peminjaman dan pengembalian buku, meningkatkan pengelolaan koleksi dengan memelihara koleksi pada susunan yang benar (reshelving). Keunggulan RFID lainnya dibanding teknologi barcode adalah adanya tag anti pencurian (anti-thieft detection) serta dukungan layanan  self-return books drops. Dengan demikian tool ICT ini akan memberikan peluang peningkatan kualitas pelayanan serta peluang penghematan biaya operasional perpustakaan.

Kata kunci : ICT, RFID, tag, reader, self-service, layanan perpustakaan

07.Jurnal Ilkom Unmul v.5.1.0

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: